Silaturahim Istiqlal: Islam Harus Memimpin Jakarta

HTI Press, Jakarta.  ‘Silaturahim Akbar, Dzikir, dan Do’a untuk Kepemimpinan Ibu Kota’ digelar oleh Ormas-Ormas Islam pada Ahad j (18/9/2016) di masjid Istiqlal, Jakarta.  Inti sikap yang disampaikan adalah Jakarta harus dipimpin oleh Muslim, Jakarta butuh pemimpin baru.  Tampak hadir para tokoh di antaranya Amien Rais, Hidayat Nur Wahid, KH Didin Hafidhuddin, KH Abdurrasyid A. Syafi’i, Habib Rizieq Syihab, Bachtiar Nasir, Zaitun Rahmin, Fahmi Salim, Adnin Marnas, Nachrawi dan Fahrurrazi dari Bamus Betawi, dan Fadlan Garamatan.  Sementara, dari Hizbut Tahrir Indonesia hadir Muhammad Rahmat Kurnia dan Budi Darmawan.

“Masjid adalah tempat awal membangun shaf dengan rapi.  Allah cinta orang yang berjamaah, berbaris rapi,” ujar KH Didin Hafidhuddin dalam acara.  Profesor yang juga Ketua Majelis Pelayan Jakarta ini menambahkan, “Siapa yang paling berjasa terhadap Indonesia? Umat Islam!  Peranan ini tidak boleh dihilangkan. Jika ada pihak yang mengecilkan peran ini, maka umat harus bangkit!”  Hadirin yang memenuhi masjid Istiqlal pun menyambutnya dengan pekikan takbir “Allahu Akbar!” Continue reading

Galeri Diari Sept 2016 “Remaja Rindu Syariah”

Bekasi – Remaja MHTI  (Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia) DPD II Kota Bekasi, bulan ini spesial mengadakan acara DIARI dengan tema “Remaja Rindu Syariah”, pada Ahad (11/9/16). Spesialnya, moment idul Adha ini akan menjadikan remaja lebih semangat rindu akan syariah Islam. Semangat ini yang akan membawa para remaja muslimah untuk selalu menjadikan Syariah Allah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

simak materinya di: https://voiceofmuslimahbekasi.wordpress.com/2016/09/14/remaja-rindu-syariah/

Kali ini kak Khoirunnisa (Aktivis MHTI Bekasi) sebagai narasumber dan kak Efi sebagai moderator. Sajian acara talk show membuat suasana yang berbeda bagi peserta. Di tambah lagi peserta bisa bertanya melalui Whatsapp yang difasilitasi oleh panitia.

Serunya lagi dari acara ini, peserta diajak untuk menulis sebuah harapan “Remaja Rindu Syariah” yang dituangkan dalam secarik kertas. Semakin seru lagi peserta diajak foto bebas dengan memegang properti “Remaja Rindu Syariah”. Wow… kereeen!

Sahabat Diari, jangan sampai terlewatkan ya episode selanjutnya. Diari bakalan tambah seru loh acaranya. Don’t miss it! []

Remaja Rindu Syariah

Oleh: kak khoirunnisa, SEI.

Ngomong-ngomongin tentang remaja yang rindu syariah, taukah sobat diari?… besok tepatnya tanggal 12 september 2016M / 10 dzulhijjah 1437H merupakan hari raya ‘Idul Adha. Sepantasnya kita bersyukur kepada Allah SWT, karena umat Islam di seluruh penjuru dunia bersama-sama menggemakan pujian atas kebesaran Allah SWT. Lebih dari 1,57 milyar kaum Muslimin di seluruh dunia mengagungkan asma Allah SWT melalui takbir, tahlil, dan tahmid sebagai umat yang satu. Satu akidah, satu syariah, satu kiblat dan satu syiar. Pada hari itu pula jutaan kaum Muslim tengah menunaikan ibadah haji. Mereka bersatu di tempat yang sama, dengan pakaian yang sama, dengan syiar yang sama, dengan syariah yang sama dan tujuan yang sama, yaitu mewujudkan ketaatan kepada Allah SWT. Semoga pemandangan ketaatan dan persatuan ini bukan hanya kita lihat hanya pada hari itu, tetapi juga pada hari-hari yang lain. Aamiin… Continue reading

M. Ismail Yusanto: Islam Mengajarkan Bela Negara

Pengantar Redaksi:

Saat ini sedang digalakkan kembali seruan bela negara. Bela negara tentu penting terutama dalam menghadapi ancaman dan musuh negara. Namun, yang lebih penting lagi adalah merumuskan terlebih dulu apa dan siapa sesungguhnya yang menjadi ancaman dan musuh negara. Sudah tepatkah negara menetapkan pihak-pihak yang mengancam dan menjadi musuh negara? Lalu bagaimana cara menghadapi ancaman dan musuh negara tersebut? Bagaimana pula bela negara menurut Islam?

Untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas, kali ini Redaksi mewawancarai Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), M. Ismail Yusanto. Berikut hasil wawancaranya.

Bagaimana bela negara menurut pandangan Ustadz?

Pada dasarnya setiap warga negara memang punya kewajiban untuk membela negaranya. Ibarat rumah, negara adalah tempat seluruh warga negaranya hidup, bernaung atau berlindung, yang semestinya tidak boleh diganggu atau terancam oleh pihak manapun. Karena itu penghuninya harus selalu menjaga dan membela. Jadi seruan bela negara yang sekarang sedang ramai digalakkan sesungguhnya hal yang wajar belaka. Bahkan memang semestinya itu harus terus didengungkan.

Hanya saja, yang jadi soal, dalam kerangka apa bela negara itu diserukan. Maksudnya, bila negara ini harus dibela, dari ancaman apa dan dari siapa yang dianggap lawan atau musuh. Continue reading

Bela Negara Butuh Teladan Penguasa

[Al-Islam No. 819, 23 Dzulqa’dah 1437 H/26 Agustus 2016]

Selasa (23/08), Kementerian Pertahanan mengadakan Gelar Apel Bela Negara di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat. Apel dihadiri sekitar 10 ribu peserta. Menhan Ryamizard mengajak setiap komponen bangsa Indonesia mewujudkan kecintaan pada Tanah Air. Salah satunya dengan mendukung program Bela Negara yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi sejak 19 Desember 2014 (m.tempo.co,23/08/2016).

Karena itu selain mengadakan sosialisasi dan pelatihan, Kemenhan juga bekerjasama dengan Kemendikbud membuat kurikulum pengajaran bela negara dari tingkat TK hingga perguruan tinggi (Harianterbit.com, 23/08). Continue reading

Ulama Serukan Warga Jakarta Tolak Kepemimpinan Kafir

2016-08-25-Ulama-Jakarta-Tolak-Kepemimpinan-KafirSekitar tujuh puluh ulama meyeru kaum Muslimin menolak kepemimpinan kafir.
“Menyerukan kepada segenap kaum Muslimin untuk benar-benar memperhatikan ketentuan syariah tentang kepemimpinan termasuk haramnya memilih pemimpin kafir,” ujar KH Shoffar Mawardi membacakan pernyataan sikap Majelis Al Buhuts Al Islamiyah (MBI) Jakarta, Kamis (25/08/2016) di Aula Masjid Baiturrahman, Jakarta Selatan. Continue reading