EMANSIPASI AGENDA KAPITALISME

Oleh : Ummu Nazdah

Pada awalnya para feminis memperjuangkan emansipasi sebagai bentuk perlawanan/protes terhadap sistem aturan yang berlaku di Barat yang menerapkan standar hukum ganda sebagai konsep dan ajaran agama nasrani yang lebih menguntungkan kaum laki-laki dan penindasan terhadap kaum wanita barat. Dapat dilihat contoh protes terhadap UU perceraian Barat yang melarang wanita yang telah dicerai bertemu dengan anak-anak mereka serta pemutusan dari berbagai sumber nafkah, dan ada anggapan dari para pemilik industri yang menganggap kaum buruh sebagai buruh yang murah dieksploitasi ditempat kerja dengan gaji yang lebih rendah dibanding kaum laki-laki.
Gerakan feminis ingin membebaskan kaum perempuan dari kungkungan kebiadaban sistem kapitalis. Namun, mereka justru terperangkap dalam agenda negara-negara kapitalis yang memanfaatkan gerakan ini untuk lebih mengukuhkan hegemoninya. Terutama di negeri-negeri Muslim sebagai alat penghancuran tatanan keluarga muslim, salah satu makarnya melalui program ”gender mainstreaming”nya yang semakin booming sejak tahun 1995. Pada konferensi perempuan sedunia di Beijing pemodal kapitalis memberi kucuran dana yang mendukung kaum wanita mengekspresikan kebebasan tanpa batas dan menjadikan kaum laki-laki sebagai musuh bagi kaum wanita dalam segala aspek.
Meskipun para feminis itu terus menuntut kebebasan, sampai saat ini kaum wanita belum memperoleh kebahagiaan yang hakiki. Sebaliknya, mereka terus berada dalam ketertindasan dan tidak lebih hanya dijadikan obyek yang mudah diperdagangkan. Ini semua sebagai akibat dari tetap berada dalam kungkungan sistem kapitalis. Tidak pernah terjadi dalam kurun waktu lebih dari 13 abad dibawah kepemimpinan peradaban Islam para wanita merasa diperlakukan adil. Wanita justru mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya sesuai dengan fitrahnya, terjaga hak-haknya dan terlindungi kehormatannya. Sesungguhnya Alloh SWT. telah menciptakan laki-laki dan perempuan sebagai partner yang saling mengisi dengan perbedaan peranan sesuai dengan kodratnya masing-masing dalam menjalani kehidupan sesuai atauran yang diterapkan Islam. Hanya dengan kembali kepada Islam kaum wanita akan memperoleh kehidupan yang diidamkan dan diridloi Allah SWT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s