Indonesia Menuju Islam Kaffah?

Pada Desember 2004, salah satu lembaga intelijen Amerika Serikat, yakni National Intelelligence Council’s (NIC) merilis sebuah laporan yang berjudul Mapping the Global Future. Salah satu laporan itu memprediksikan di tahun 2020 akan muncul A New Chaliphate alias sebuah khilafah baru. Benarkah?

A New Chaliphate adalah kata lain berdirinya kembali khilafah Islam, sebuah pemerintahan Islam global yang mampu memberikan tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai global. Tegaknya khilafah adalah pertanda kebangkitan Islam dan tahta kepemimpinan dunia segera beralih ke tangan Islam.

Selain itu, menarik juga menilik sebuah buku terbaru karya Mr Michael Buriyev (Wakil Ketua Parlemen Rusia) yang menyatakan: dunia sedang menuju menjadi lima negara besar yakni: Rusia, Cina, Khilafah Islam, Konfederasi Dua Amerika, dan India, jika India bisa bebas dari cengkraman Islam yang mengurungnya (Pakistan, Bangladesh, Kasmir, Afganistan). Lihat: http://www.hizb-ut-tahrir.info: 18/06/09.

Terlepas dari tendensi apa mereka mengeluarkan prediksi tersebut, yang namanya prediksi, hal itu bisa akurat bisa juga tidak. Yang jelas namanya prediksi itu berbeda dengan sebuah ramalan mantra, sebab prediksi yang dilakukan di sini tentunya berdasarkan penelitian yang begitu mendetail dan argumentatif yang didasarkan dengan data-data yang dihasilkan dari pengamatan mereka di lapangan, apalagi yang melakukan

adalah sebuah lembaga yang profesional dan memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi di bidangnya.

Jika dikolerasikan dengan Indonesia, negeri ini adalah salah satu kandidat kuat sebagai titik awal berdirinya (Daulah Islam) khilafah, di samping negeri-negeri Islam lainnya. Hal ini didasari atas beberapa pertimbangan. Di antaranya: potensi sumberdaya alam yang melimpah, secara geografis memiliki luas wilayah yang cukup luas, jumlah penduduk yang besar dan semakin diterimanya dakwah syariah dan khilafah di tengah-tengah ummat.

Lima tahun yang lalu mungkin masyarakat masih merasa aneh dan asing mendengar apa itu khilafah, sering kali bahkan terjadi kekeliruan menyebutnya dengan khilafiyah. Seiring dengan berjalannya waktu dan atas pertolongan Allah SWT, kini perjuangan penegakan kembali khilafah yang akan menerapkan seluruh ayat-ayat Allah itu semakin membahana. Masyarakat tidak asing lagi dengan apa itu khilafah, bahkan sebagian di antara mereka ikut turut andil dalam perjuangan.

Hal ini salah satunya ditandai dengan berkumpulnya lebih dari seratus ribu orang di stadion Gelora Bung Karno Jakarta, mereka berdatangan dari berbagai seluruh pelosok daerah untuk menyambut bisyarah nubuwwah ini. Gelegar kehadiran khilafah terasa semakin dekat ketika baru-baru ini sekitar 7.000 ulama berkumpul dan sepakat untuk memelopori perjuangan penegakan khilafah yang dituangkan dalam piagam ulama.

Menerapkan hukum-hukum Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan adalah wajib. Sementara hal ini tidak dapat dilaksanakan dengan sempurna tanpa khilafah Islam yang dipimpin oleh seorang Khalifah. Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang wajibnya khilafah ini. Banyak dalil syara’ yang menunjukkan tentang wajibnya khilafah ini, baik dari Al-Qur’an, As-sunnah, ijma’sahabat serta kaidah syar’iyah.

Satu hal yang perlu dicatat bahwa ketika daulah Islam pertama berdiri di Madinah, saat Rasulullah SAW di bai’at menjadi kepala negara saat itu tidak harus menunggu semua masyarakat harus menerima Islam terlebih dahulu, sebab ketika daulah Islam itu tegak di Yatsrib (Madinah) realitas masyarakat menunjukkan bahwa di sana masih ada kaum musyrik, kaum munafik, dan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani).

Kemudian dibuatlah piagam Madinah yang ditetapkan untuk mengikat pihak-pihak di luar Islam agar mereka tunduk kepada Islam, saat itu masih ada kabilah-kabilah yang masih musyrik. Bahkan, sebagian kerabat Rasulullaah SAW dari Bani Hasyim dan Bani Abdul Mutholib di Makkah juga masih musyrik. Jadi tidak benar kalau ada yang beranggapan bahwa khilafah tegak harus menunggu semua masyarakat menerima syariah Islam terlebih dahulu.

Khilafah pasti tegak karena itu merupakan janji Allah, tentang kapan dan di mana titik awalnya, itu adalah rahasia Ilahi. Jika Allah berkehendak maka itu akan segera terjadi, bisa saja tahun 2020, bisa juga malah lebih cepat dari itu.

Hal yang paling utama ialah sumbangsih apa yang sudah kita berikan untuk perjuangan ini. Allah melihat kesungguhan kita, sehingga berhak atas datangnya pertolongan dari-Nya.

Dr Ahmad Al-Qhashas (ulama Lebanon) mengatakan setelah acara Muktamar Ulama Nasional kemarin: “Kalau khilafah tegak mulai dari Indonesia, maka itu bukan hanya milik orang Indonesia, tetapi juga milik orang luar Indonesia. Akan tetapi jika khilafah tegak mulai dari luar Indonesia, maka itu juga milik orang Indonesia.”

Untuk masyarakat Indonesia, bersiaplah untuk hidup sejahtera dan bersiaplah untuk hidup dalam kemuliaan. Allahu Akbar!

Wallohu a’lam bi Ash-Shawab.

Ali Mustofa

alie_jawi@yahoo.com

Sumber: http://inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/09/13/155135/indonesia-menuju-islam-kaffah/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s