Din Syamsuddin: Mereka Mendewakan HAM dan Demokrasi

Setelah kampanye mendukung aliran sesat Ahmadiyah gagal dilakukan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) sehingga terjadi insiden Monas beberapa tahun lalu, saat ini mereka memanfaatkan Mahkamah Kosntitusi untuk menghapuskan Pepres No1/PNPS/1965 yang sudah diundangkan melalui UU No.5 Tahun 1969.

Terkait dengan itu KH. Din Syamsuddin angkat bicara. “Sikap saya pribadi dan Muhammadiyah sangat jelas dan tegas menolak judicial review terhadap Keppes tersebut atau UU yang mengukuhkannya karena dalam penilaian kami Keppres dan UU tersebut sudah sesuai dengan konstitusi serta logika sehat,” tegas Ketua Umum PP Muhammadiyah itu kepada mediaumat.com, Rabu (28/1) di Jakarta.

Mengapa mereka melakukan itu, Din tidak tahu persis. “Tapi mungkin karena mereka mendewakan Hak Asasi Manusia dan Demokrasi padahal mereka lupa bahwa persoalan ini berada pada wilayah theologis, menyangkut keyakinan beragama tidak bisa didekati dengan pendekatan HAM dan Demokrasi” ujarnya.

Berdasarkan dokumen yang dipublikasikan MK dalam situsnya para pemohon pembatalan regulasi tersebut adalah Tim Advokasi Kebebasan Beragama (Asfinawati, dll). Tim ini mewakili tujuh lembaga (Imparsial, Elsam, PBHI, Demos, Setara Institute, Desantara Foundation, YLBHI) dan empat individu (Abdurrahman Wahid, Musdah Mulia, Dawam Raharjo, Maman Imanul Haq).

Sidang ketiga mengenai judicial review tersebut rencananya akan digelar pada tanggal 4 Pebruari mendatang di MK.[mediaumat.com]

One thought on “Din Syamsuddin: Mereka Mendewakan HAM dan Demokrasi

  1. saya setuju dengan pendapat pak din, yang jelas label ‘agama’ pun yang menempel pada aliran palsu itu tidak pantas…rasional saja, kita butuh ekternal efidance (bukti pendukung dari luar) yang membuktikan tuntunan ajaran agama yang benar2 datang dari tuhan…nah kitab suci lah ukurannya, sekarang kitab suci mana yang tertulis di dalamnya bahwa agama yang di terangkan oleh kitab suci ini agama apa, apa ada yang mengatakan bahwa agama Yahudi, Nashrani dan Ahmadiyah itu tertera di dalam kitab suci?…..sepanjang ini tidak ada, jadi agam itu tidak ada….yang ada adalah penalaran filsafat logos (baca: logika saja) bahwa kebenaran pada agama yang mereka anut adalah kebenaran secara psikologi, kebenaran perasaan, tapi harus dibuktikan…secara akal…lantas kita harus mendakwahkan ini ke mereka yang tidak paham, atau kebanyaka pura2 tidak paham, bahwa kita tidak memusuhi mereka, bahwa memang dalam hubungan humanisme ada kebenaran dan keadlian juga pada diri mereka, namun masalah teologis, harus dibuktikan kebenaranny…
    http://www.pakode.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s