BEDAH FILM: AL-FATIH 1453

Bekasi, Remaja – Muslimah Hizbut Tahrir Bekasi mengadakan agenda rutin bulanan khusus remaja muslimah di wilayah Bekasi dan sekitarnya yang diadakan pada hari Ahad pekan kedua (11/10/2015) di Masjid Al-Muhajirin Lt. 2, Perumnas II – Bekasi Selatan dengan tema “BEDAH FILM MUHAMMAD AL-FATIH 1453”. Acara ini dihadiri oleh 65 orang peserta mulai dari tingkat SMP, SMA, Mahasiswa dan Umum.

Agenda yang dikemas dalam bentuk bedah film ini dipandu oleh ka Ani sebagai host, mengajak para peserta meyusuri fakta sejarah kegemilangan Islam “Penaklukan Konstantinopel”. Acara diawali dengan pembacaan kalam Ilahi QS. al-Maidah : 7 – 9 yang isinya menerangkan tentang perintah untuk menaati Rasulullah dan bertaqwa kepada Allah serta perintah untuk berlaku adil dan Allah akan memberikan kepada orang-orang beriman rahmat dan karunia-Nya berupa ampunan dan keridhaan-Nya.

Acara dilanjutkan dengan pemutaran film Muhammad Al-Fatih 1453 yang berdurasi ­18 menit, yang menggambarkan secara singkat sosok Muhammad Al-Fatih sehingga mampu menaklukan Konstantinopel yang telah dijanjikan Rasulullah SAW. Kemudian dilanjutkan dengan pengupasan materi bedah film oleh seorang aktivis MHTI DPD II Kota Bekasi dan pemerhati remaja,Ibu Natalia Carolina, S.Si. Beliau mengawali dengan sebuah pertanyaan,“Apakah Bisyarah itu?”

Bisyarah adalah ‘kabar gembira’ yang disampaikan oleh Allah dan Rasul-Nya kepada kaum muslim tentang kejadian yang akan terjadi pada masa yang akan datang yang tidak dapat dilihat oleh mata dan tidak dapat dijangkau oleh akal.”lanjut pembicara. “Berkata Abdullah bin Amru bin Ash: ‘bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, beliau SAW ditanya tentang kota manakah yang akan futuh terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma? Rasulullah SAW menjawab, Kota Heraklius terlebih dahulu (maksudnya Konstantinopel).’” (HR.Ahmad)

Pembicara menunjukkan hadist yang menjadi janji untuk kaum muslim dalam penaklukan Konstantinopel, meskipun pada saat bisyarah itu keluar dari lisan Rasul, ada sebagian orang-orang kafir Yahudi yang mengolok-olok Rasul dan menganggap hal itu mustahil terjadi. Tetapi Rasulullah menanggapi dengan hadits lain yang diriwayatkan oleh Ahmad bin Hambal : – “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR.Ahmad)

Hal ini tentu saja semakin menguatkan para kaum muslim untuk mewujudkan bisayarah Rasulullah SAW, mereka berlomba memohon kepada Allah SWT untuk menjadi sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik pasukan. Dimulai dari generasi pada masa kekhalifahan Muawiyyah bin Abu Sufyan (674 M), kemudian dilanjutkan pada masa kekhalifahan Umayyah (717 M) di bawah pimpinan Maslamah bin Abdul Malik.. Selanjutnya, pada masa kekhalifahan Abbasiyyah (811 M) di bawah pimpinan perang Khalifah Harun al-Rasyid yang sangat kaya. masa kekhalifahan Utsmaniyyah di bawah pimpinan perang Khalifah Beyazid I (1396 M) dan Khalifah  Murad II (1422 M) keduanya terkenal sebagai pemimpin perang yang handal, namun kesemuanya mengalami kegagalan yang sama. Belum mampu menaklukan kota yang telah dijanjikan.

Lantas apakah yang menjadi penyebab kegagalan yang dialami kaum Muslim dalam upaya penaklukan Konstantinopel? Pembicara menunjukan slide peta letak geografis Konstantinopel kepada para peserta. Nampak dalam peta tersebut bahwa Konstantinopel terletak di selat Boshporus di antara antara benua Asia dan Eropa. Bentuknya seperti segitiga, dan wilayahnya di kelilingi oleh laut kecuali bagian barat. Di sebelah utara dibatasi oleh selat tanduk emas (golden horn), sebelah timur dibatasi oleh selat bosphorus, sebelah selatan dibatasi oleh laut Marmara dan sebelah baratnya dipagari tembok pertahanan yang sangat kokoh. Tembok tersebut belum dapat ditembus oleh serangan musuh selama lebih dari 1.000 tahun.

Namun pertahanan Konstantinopel dapat diruntuhkan oleh sebaik-baik pemimpin kala itu, namanya Mehmed II yang lebih dikenal dengan sebutan Muhammad al-Fatih, dia adalah putra dari Sultan Murad II seorang khalifah pada masa kekhalifahan Utsmaniyyah. Sultan Murad II. Sultan Murad II meyiapkan guru-guru terbaik untuk mendidik putranya. Diantaranya adalah Syaikh Ahmad al-Qur’ani yang mengajarkan Al-Qur’an kepada Muhammad al-Fatih dan Syaikh Aaq Syamsuddin yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama tetapi juga ilmu mental kepada Muhammad al-Fatih. Muhammad al-Fatih ketika berusia 8 tahun sudah mampu menghafalkan Al-Qur’an, menguasai 8 bahasa ketika berusia 16 tahun, menjadi gubernur ibu kota ketika berusia 21 tahun. Dan semenjak baligh, beliau tidak pernah meninggalkan salat Rawatib dan shalat Tahajud.

Banyak hal yang kemudian  disiapkan Al-Fatih untuk merealisasikan keyakinannya itu? Muhammad al-Fatih menyiapkan Royal Janissaries ‘inkisaria’ sekitar 40.000 pasukan elit dengan program pelatihan terpadu sejak kecil. Kemudian Muhmmad al-Fatih membangun sebuah benteng di selat Boshporus bernama  Rumeli Hisari (1452 M) dibangun berhadapan dengan benteng yang pernah di bangun oleh buyutnya (Sultan Beyazid I – 1393/1394 M) setinggi 25 meter namanya Anadolu Hisari.

Kemudian Pembicara menjelaskan bagaimana Muhammad al-Fatih mulai mengatur strategi perang. Dia menyiapkan Meriam Raksasa. Dia kepung wilayah konstantinopel dari empat arah. Sampai strategi “gila” yang hanya dilakukan sekali sepanjang sejarah peperangan yaitu memindahkan 72 kapal dari selat Bosphorus ke selat tanduk melalui bukit Galata dalam waktu 1 malam. Strategi perang yang mumpuni ditambah dengan ketaqwaannya terhadap Sang Pencita, akhirnya membuahkan sebuah kemenangan besar kaum muslim atas Konstantinopel pada tanggal 29 Mei 1453.

Inilah izzah (kehormatan) kaum Muslim ketika mereka masih memegang Islam. Konstantinopel takluk di tangan seorang pemuda berusia 21 tahun, dengan 825 tahun penantian. Rahasia mereka adalah mereka percaya kepada sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh mata. Dan mereka yakin bahwa janji Allah SWT dan Rasul-Nya adalah suatu kebenaran dan pasti.

Pembicara menutup materi ini dengan memperlihatkan fakta kaum muslim saat ini, Bagaimana keterupurukan dan kehinaan menimpa mereka di belahan bumi manapun. Sedang, sebuah hadist menyatakan bahwa “….kelak atas kehendak Allah akan ada masa Kekhalifahan yang mengikuti manhaj kenabian” dan Islam akan menjadi mercusuar peradaban dunia. Lantas mau dimana posisi kita? Menjadi bagian yang meyakininya atau meremehkan orang-orang yang meyakininya? Menjadi bagian yang ikut memperjuangkan tegaknya Khilafah atau diam menunggu hasilnya saja?

Di sesi tanya-jawab, antusias para peserta memanas, Yohanna dari SMAN 1 Setu menanggapi terkait film Muhammad al-Fatih dengan adegan sholat jama’ahnya, “bahwa ada sebagian masyarakat Muslim yang shalat tanpa gerakan tangan lalu bagaimana hukum sebenarnya di dalam Islam. Boleh atau tidak?” Indah dari SMAN 13 Bekasi bertanya “Apakah perbedaan antara Khilafah dengan Khalifah?” Dan Nur Azizah dari SMAN 1 Setu bertanya “Apakah Khilafah hanya di Negara tertentu? dan apakah masyarakat akan sejahtera semua jika nanti Khilafah tegak.”

Semua pertanyaan dijawab tuntas oleh Ibu Natalia. Terakhir, beliau kembali menghimbaupada peserta agar generasi muslim saat ini mampu memilih jalan yang benar yang akan mengantarkannya menjadi generasi Al-Fatih selanjutnya, dengan mengkaji islam dan berjuang mengakkan syariah dan khilafah. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s