“FATAMORGANA CINTA REMAJA’

“Cinta dalam islam tidak dilarang. Kita boleh mencintai sesama manusia tetapi karena Allah. Disunahkan untuk mengungkapkan rasa cinta itu diantaranya dengan kalimat “Aku cinta karena Allah” dan hal itu akan dicatat sebagai pahala. Cinta antara laki-laki dan peremuan dilegalkan dengan adanya pernikahan”  

Bekasi – DIARI (Dialog Islam Remaja Bekasi) pada bulan ini (14/02), di Masjid Al-Muhajirin, Perumnas II, mengangkat tema tentang cinta bukan karena latah atau ikut-ikutan tetapi karena panggilan iman dan dorongan aqidah islam untuk turut melakukan perbaikan atas kemaksiatan yang tengah merebak. Pembicara, Rahmawati, membuka materi dengan pemaparan singkat tentang peringatan hari valentine 14 Februari di Amerika yang diperingati sebagai hari kondom. Demikian juga dengan di budaya di Inggris.

Setiap manusia dimanapun berada mengalami rasa cinta. Karena cinta itulah maka kita merasa nyaman di perut ibu. Karena cinta maka ibu dan ayah kita bertemu dan disatukan dengan ikatan pernikahan. Karena cinta kita bertemu dengan sahabat yang di antaranya bertemu di kajian.

Allah telah memberikan potensi kepada setiap manusia yaitu kebutuhan jasmani dan naluri (naluri tadayyun, baqo’, dan nau’). Naluri taddayun itu naluri untuk beragama, menunjukkan bahwa manusia juga membutuhkan Allah karena pada dasarnya manusia tu lemah. Naluri baqo’ adalah naluri untuk mempertahankan diri. Naluri nau’ adalah naluri kasih sayang.

Naluri muncul dari luar diri manusia. Jika naluri tersebut tidak dipenuhi maka tidak akan mengantarkan ke kematian. Naluri tidak bisa dihilangkan tetapi hanya dialihkan.

Bagaimana jika cinta itu datang???, maka tidak usah takut. Cinta itu fitrah dan suci. Cinta dan nafsu beda tipis. Cinta tidak boleh diekspresikan dengan nafsu. Ada banyak reward cinta yang berbalut nafsu. Sejumlah fakta yang tersurat dijabarkan.

Dari mana datangnya cinta???. Cinta muncul dari mata turun ke hati. Kesamaan memupuk benih asmara. Sering bertemu jadi tersipu. Fatamorgana cinta yang terjadi sekarang di kalangan remaja di antaranya teman tapi mesra atau TTM, seks bebas, pacaran, HTS LDR kakak adik ikhtilat khalwat, LGBT, v-day. Semua itu merupakan cinta yang ternoda.

Valentine day bukan berasal dari islam tetapi dari budaya romawi kuno (paganisme).V-day untuk  menghormati jasa pendeta valentine (Kristen). Umat islam haram merayakan. Pembicara kemudian mempersilahkan kepada peserta yang ingin memaparkan pengakuan kesalahan. Peserta pertama yang memaparkan adalah Gianti dari SMP Mutiara Jaya. Peserta kedua yang memaparkan pengalamannya yaitu Gina dari SMA Setu. Peserta yang maju tersebut menyampaikan pesan kepada peserta lain agar tidak ikut-ikutan.  Peserta ketiga yaitu Ayu dari yayasan Bina Muslim.

Di tengah acara diadakan ice breaking yang pandu MC dan ditemani salah satu peserta. Semua peserta berdiri. Peserta menirukan gerakan sesuai di tayangan video ice breaking. Setelah ice breaking dilanjutkan dengan pemaparan materi.

Pemateri mengingatkan kembali kepada peserta perempuan diantaranya mengenai kewajiban menutup aurat, tundukkan pandangan. Demikian juga dipaparkan bagi laki-laki yaitu menutup aurat, jangan tebar pesona. Perempuan wajib ada mahrom. Ada interaksi yang dibolehkan yaitu perdagangan, pendidikan, kesehatan, pernikahan, peradilan.

Jika belum siap dalam menghadapi cinta maka yang bisa dilakukan yaitu simpan, alihkan, bentengi. Tetapi jika sudah siap bisa menuju ke jenjang khitbah, kemudian menikah. Tidak semua pacaran berujung zina, namun setiap zina diawali dari pacaran termasuk kawan-kawan maksiatnya. Laki-laki dipilih karena masa depannya, sedangkan wanita dipilih karena masa lalunya.

Akidah dan syariat menjadi dasar bagi orang yang mencintai. Alqur’an dan Sunah dijadikan pedoman. Puncak ekspresi cinta yang tertinggi adalah cinta kepada Allah dan RasulNya. Jadikan hidup dan mati hanya karena Allah, taati seluruh perintahnya, tinggalkan apa yang dilarang, cintailah RasulNya dan semua sahabat, pahami ajaranNya dalam kehidupan. Indahnya cinta karena Allah diantaranya adalah berbakti kepada orang tua karena iman, saling menyayangi sesame saudara, saling tolong menolong dalam kebaikan, tebarkan salam, saling mendoakan, perbanyak silaturahim. Bukti cinta Allah terhadap diri sendiri diantaranya adalah mengkaji islam, meyakini islam sebagai peraturan terbaik, istiqomah berkontribusi bagi tegaknya syariat islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s