“TALKSHOW : PROFIL REMAJA SMART WITH ISLAM”

Pemandangan tak biasa tampak di Kompleks Yayasan Assuryaniyyah Setu – Bekasi pada ahad pagi, 08 November 2015. Puluhan remaja muslimah di wilayah Bekasi dan sekitarnya berbondong-bondong mendatangi kompleks Yayasan Assuryaniyah karena ingin mengikuti agenda bulanan khusus remaja yang rutin diadakan oleh tim Remaja Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia. Dan pada kesempatan kali ini tim remaja Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia mengangkat tema “Profil Remaja Smart with Islam”

Agenda yang dikemas dalam bentuk talkshow ini dibuka dengan penuh keakraban oleh ka Dania sebagai host mengajak peserta untuk menjadi bagian dalam acara ini. Tidak hanya itu, acara ini juga melibatkan para santriwan & santriwati Yayasan Assuryaniyyah yang turut berpartisipasi menyukseskan jalannya acara. Acara diawali dengan pembacaan kalam Ilahi QS. Ar Ruum : 20, 21, 54 oleh adinda Alifiya Cleofatra (Ece) dan saritilawah oleh adinda Nadjifah (Ifah).

Sebelum beranjak ke acara inti, ka Dania mengajak para peserta untuk menikmati senandung shalawat yang disuguhkan oleh tim hadroh Yayasan Assuryaniyyah, mereka adalah para santri yang masih duduk di kelas 4 – 6 SD. Kemudian dilanjutkan dengan penayangan video yang menggambarkan profil remaja Islam yang luar biasa cemerlang pada saat Islam masih dijadikan sistem dalam kehidupan sehingga Islam pada saat itu tidak hanya menjadi pusat peradaban dunia tetapi juga terdepan selama 14 abad namun generasi itu tidak kita temukan pada generasi saat ini setelah peradaban Islam diruntuhkan pada tahun 1924. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Semuanya dipaparkan secara gamblang oleh Ibu Rizki Ika Sahana, S. Kom sebagai narasumber dalam acara ini. Beliau adalah seoorang aktivis MHTI DPD II Kota Bekasi dan pemerhati remaja.

Pada sesi pemaparan materi, Ibu Rizki menerangkan kepada para peserta bahwa profil remaja yang “smart” dalam Islam bukanlah mereka yang cerdas akal saja, bukanlah mereka yang kutu buku, bukanlah mereka yang mempunyai banyak prestasi dan koleksi medali, bukanlah mereka yang mampu mengoperasikan teknologi canggih untuk sekedar selfie atau eksis di medsos, juga bukanlah mereka yang berpenampilan trendi atau fashionable. Tetapi profil remaja “smart” dalam Islam adalah potret generasi Rasulullah dan generasi sesudahnya. Generasi yang lahir dalam sistem Islam, menjadikan Islam sebagai rule dalam kehidupannya dan bersyakhsiyah Islmiyyah, mendedikasikan dirinya dan berkontribusi aktif dalam membangun kegemilangan peradaban Islam. Hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan kondisi remaja saat ini. Stigma negative sangat lekat dengan remaja untuk menggambarkan kehidupan mereka saat ini. Pergaulan bebas, tawuran antar pelajar, seks bebas, kecanduan game on-line, narkoba, berlebihan mengidolakan artis, dan lain sebagainya. Apa yang menyebabkan kondisi ini sangat jauh berbeda? Jawabannya adalah karena saat ini umat termasuk remaja tidak lagi memiliki perisai yang mampu membentengi mereka dari serangan-serangan pemikiran asing di luar Islam, yang mempengaruhi pola akal dan pola sikap mereka berdasarkan sistem Islam sebagaimana para generasi Rasulullah dan setelahnya dibentuk dalam sistem ini. Maka menjadi tantangan untuk kita saat ini, para generasi muda untuk berusaha mengembalikan kondisi kita saat ini ke dalam sistem Islam di bawah naungan negara khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah.

Selesai pemaparan materi oleh ibu Rizki Ika Sahana, S.Kom acara dilanjutkan dengan penampilan profil “remaja smart with Islam” oleh siswi-siswi Assuryaniyyah yang menunjukkan potensi dirinya hafalan sambung ayat QS. Ar-Rahman oleh adinda Radhwa Azzahra (Radhwa) dan Aisyah Nurul Azizah (Icha) juga pembacaan terjemahnya oleh adinda Salma Nur Sa’diyah (Salma) dan Arinil. Setelah itu ka Dania meminta perwakilan dari beberapa peserta untuk menyampaikan testimoninya terkait  profil “remaja smart with Islam” . Nur Azizah  siswi SMAN 1 Setu menyampaikan testimoninya di hadapan puluhan peserta lain bahwa kita sebagai remaja Islam harus pintar dengan Islam, bukan hanya untuk mendapatkan penilaian manusia tapi juga untuk pencipta kita. Serupa dengan Nur Azizah, Fitri Yuliani yang juga siswi SMAN 1 Setu juga menyampaikan testimoninya bahwa remaja yang cerdas harus mengkaji Islam. Dia juga menceritakan tentang pengalamannya yang sudah intensif mengkaji Islam setiap minggunya di hari jum’at. Selain Nur Azizah dan Fitri Yuliani  ada juga seorang peserta siswi SMA 2 Tambun Selatan (Dzakiya Ghina Farhah) dan siswi SMP Ginus (Wulandari) yang juga menyampaikan testimoninya juga beberapa orang peserta yang bertanya kepada pemateri terkait profil remaja smart with Islam.

Acarapun beranjak ke sesi penyerahan cendera mata untuk peserta yang telah berkontribusi aktif selama acara berlangsung, kemudian ditutup dengan do’a oleh adinda Aisyah Ismatul Haq (Aisyah) dan foto bersama seluruh peserta dan panitia. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s