Remaja Rindu Syariah

Oleh: kak khoirunnisa, SEI.

Ngomong-ngomongin tentang remaja yang rindu syariah, taukah sobat diari?… besok tepatnya tanggal 12 september 2016M / 10 dzulhijjah 1437H merupakan hari raya ‘Idul Adha. Sepantasnya kita bersyukur kepada Allah SWT, karena umat Islam di seluruh penjuru dunia bersama-sama menggemakan pujian atas kebesaran Allah SWT. Lebih dari 1,57 milyar kaum Muslimin di seluruh dunia mengagungkan asma Allah SWT melalui takbir, tahlil, dan tahmid sebagai umat yang satu. Satu akidah, satu syariah, satu kiblat dan satu syiar. Pada hari itu pula jutaan kaum Muslim tengah menunaikan ibadah haji. Mereka bersatu di tempat yang sama, dengan pakaian yang sama, dengan syiar yang sama, dengan syariah yang sama dan tujuan yang sama, yaitu mewujudkan ketaatan kepada Allah SWT. Semoga pemandangan ketaatan dan persatuan ini bukan hanya kita lihat hanya pada hari itu, tetapi juga pada hari-hari yang lain. Aamiin…

Sobat diari… kalau kita perhatikan, ternyata semua prosesi ‘Idul Adha mengingatkan kita kepada peristiwa agung pengorbanan Nabi Ibrahim AS dalam menaati perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail AS. Allah SWT melukiskannya kapada kita dalam firman-Nya:

﴿ فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى ﴾

“Maka tatkala anak itu telah sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu” (TQS. ash-Shaffat [37]: 102).

Terhadap perintah itu, Nabi Ibrahim mengedepankan kecintaan yang tinggi yakni kecintaan kepada Allah SWT dan menyingkirkan kecintaan yang rendah, yakni kecintaan kepada anak, harta, dan dunia. Perintah amat berat itu pun disambut oleh Ismail As dengan penuh kesabaran. Ismail pun mengukuhkan keteguhan jiwa ayahandanya dengan mengatakan:

﴿ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ ﴾

Wahai Ayahanda, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (TQS. ash-Shaffat [37]: 102)

Sobat diari… kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tersebut seharusnya menjadi teladan bagi kita sekarang. Tidak hanya teladan dalam pelaksanaan ibadah haji dan ibadah qurban, namun juga teladan dalam berjuang dan berkorban demi terwujudnya ketaatan kepada hukum-hukum Allah SWT secara kaffah. Betul kan?… wah, rindu dengan syariatnya nie…

“potret remaja saat ini”

Sungguh sedih banget sobat diari… ternyata pergaulan bebas menjadi potret buram kehidupan remaja saat ini. Alih-alih rindu akan syariah, justru cenderung menjauh. Merajalelanya seks bebas, hamil di luar nikah, aborsi, perkosaan, pelecehan seksual dan peredaran VCD porno menjadi perkara yang lumrah di kalangan remaja saat ini.

Fakta rusaknya remaja sebenarnya sudah sangat banyak. Tahun 2015 lalu, ada remaja siswi SMK di wilayah kembangan nekad melakukan aborsi. Remaja yang baru berumur 16 tahun itu membuang bayinya di tumpukan sampah di depan rumahnya (lihat : m.detik.com). Selain itu, pada hari Valentine, banyak remaja yang melakukan seks bebas dengan pacarnya. Hal itu dibuktikan dengan peningkatan penjualan kondom satu pekan sampai satu hari sebelum Hari Valentine. Peningkatan penjualan kondom ini terjadi berbagai kota. Di Yogyakarta misalnya, penjualannya sampai melonjak 300% “peningkatan sudah terjadi akhir pekan lalu sampai hari ini” kata Vivin, penjaga apotek-24 di wilayah Sleman, Yogyakarta (tempo.com).

Tidak hanya itu, taukah sobat diari?… ada berita heboh lho!!! Ternyata di Kota Bekasi menduduki urutan kedua terbesar di Jawa Barat (Jabar) penderita HIV AIDS. Sementara di urutan pertama ada kota Bandung. Kepala Bidang AKP Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, dr. Niken mengungkapkan bahwa data terakhir penderita HIV Aids di Kota Bekasi sampai Juni 2016 sebanyak 405 jiwa, dengan rincian untuk HIV sendiri ada 268 dan Aids ada 137. (www.jabarbersatu.com). Selain itu sobat diari… tanggal 25 Agustus 2016, Polresta Bekasi Kabupaten menangkap bandar ganja di Jalan Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi dengan barang bukti sebanyak 295 kg ganja kering.(www.metro.sindonews.com)

Ini baru sedikit fakta saja, sebenarnya masih ‘bejibun’ alias banyak sekali kasusnya. Sedih dan miris banget tentunya, melihat fakta rusaknya remaja yang sudah menggurita dimana-mana.

“dampak ide kapitalisme”

Sobat diari… melihat fenomena di atas atau kondisi remaja saat ini, maka tidak lain dan tidak bukan, salah satu penyebabnya adalah taraf berfikir remaja saat ini sangat rendah. Taraf berfikir yang rendah, dapat menyebabkan kebanyakan remaja ikut-ikutan menjalankan/menerapkan sistem kapitalisme. Taukah sobat diari, apa itu kapitalisme?…

Yups…Sistem kapitalisme adalah seperangkat aturan yang membawa kebanyakan remaja untuk memisahkan sejauh-jauhnya hubungan agama dengan kehidupan (sekulerisme). Penerapan ide sekulerisme ini, melahirkan paham liberalisme/kebebasan dalam segala hal kehidupan. Akibatnya adalah para remaja tidak memiliki standar yang benar dalam mensolusikan masalah hidupnya, baik-buruk, benar-salah menjadi kabur, halal-haram tak dapat jelas dibedakan.  Sistem seperti ini pun telah menyeret ‘orang baik’ untuk berbuat maksiyat dan pelaku maksiyat semakin kuat. ihh…ngeri bangett kan!…

Taukah sobat diari?… Padahal remaja merupakan generasi penerus yang akan menerima tongkat estafet kebangkitan umat. Di dalam diri remaja terdapat potensi besar berupa idealisme, sikap kritis dan inovatif yang akan menjadi penentu berhasil tidaknya kebangkitan sebuah bangsa. Sungguh, kini banyak hukum Allah SWT yang diabaikan, khususnya syariah Islam yang berkaitan dengan pengaturan kehidupan bermasyarakat dan bernegara, baik dalam bidang pemerintahan, ekonomi, sosial, hukum pidana, pendidikan, politik luar negeri dan sebagainya.

“Saatnya remaja cerdas politik dan rindu syariah”

Fenomena kerusakan yang seperti gunung es ini, menuntut para remaja untuk bangkit dari keterpurukan. Disinilah diperlukan remaja cerdas politik dan rindu syariah!. Berbeda dengan barat yang menganggap politik hanya berkaitan dengan kekuasaan dan negara. Islam memandang khas terkait apa itu “politik”.

Terkait makna politik (siyasah) dalam islam disebutkan dalam kamus Al-Muhit bahwa As-Siyasah (politik) berasal dari kata: Sasa –Yasusu – Siyasatan bi ma’na ra’iyatan (pengurusan). Al-Jauhari berkata: sustu ar-raiyata siyasatan artinya aku memerintah dan melarang kepadanya atas sesuatu dengan sejumlah perintah dan larangan). Wa as-siyasah maksudnya: al-qiyamu ‘ala syaiin bima yashluhuhu (siyasah/politik adalah melakukan sesuatu yang memberi mashlahat padanya) (Lisanul ArabIbn Mandzur).

Dengan demikian sobat diari.., politik/siyasah adalah pengaturan urusan umat baik di dalam dan luar negeri. Politik dilaksanakan oleh Negara dan umat, karena negaralah yang secara langsung melakukan pengaturan ini secara praktis, sedangkan umat (remaja termauk di dalamnya) mengawasi Negara dalam pengaturan tersebut (An Nabhani, 2005).

Berdasarkan penjelasan makna politik/siyasah dalam islam, maka remaja yang cerdas politik dapat menjadikannya ‘melek’ alias sadar dengan kondisi yang ada saat ini. Ia menjadi mampu menyelesaikan segala masalah hidupnya dan mampu pula mengkritisi penguasa tatkala tidak sesuai syariatNya. Inilah remaja dambaan umat, yakni remaja yang cerdas politik dan senantiasa rindu dengan syariatNya. Allah Akbar!…

“rindu syariah, ya… rindu khilafah”

Sobat diari… tatkala kita rindu dengan syariah islam, itu berarti kita menantikan syariah islam tersebut diterapkan secara kaffah/menyeluruh dan tidak setengah-setengah. Kenapa?… Alasannya adalah syariah islam ini akan membawa pada rahmatan lil ‘alamin bagi semuanya. Terdapat sistem yang memang disiapkan untuk menerapkannya, yaitu sistem Khilafah Rasyidah yang telah diamanatkan oleh Rasul saw. dan senantia dijaga serta dilanjutkan oleh para Sahabat ridhwanulLâh ‘alayhim dan generasi kaum Muslim sesudahnya. Maka sejatinya, rindu akan syariah berarti rindu juga dengan tegaknya khilafah!

Penerapan syariah Islam secara menyeluruh di bawah sistem Khilafah telah benar-benar terbukti dalam sejarah bisa mewujudkan rahmat untuk seluruh manusia baik Muslim maupun non-Muslim.

Will Durant, salah seorang intelektual dan sejarahwan Barat terkemuka memberikan pengakuan atas sejarah emas Khilafah dalam mewujudkan rahmat Islam untuk semua itu, “Para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan tersebar luas hingga berbagai ilmu, sastera, filsafat dan seni mengalami kemajuan luar biasa, yang menjadikan Asia Barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad.” (Will Durant, The Story of Civilization, vol. XIII).

Mewujudkan Islâm rahmat[an] li al-‘âlamîn secara riil di tengah kehidupan untuk saat ini dan masa datang, sebagaimana yang telah terbukti pada masa lalu dalam sejarah kaum Muslim, tidak lain kecuali dengan menerapkan syariah Islam secara menyeluruh di bawah sistem Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian. Hanya dengan itu Islam dan umatnya akan memimpin dunia ke arah kebaikan; membebaskan umat manusia dari perbudakan dan penjajahan oleh sesama manusia; serta menebarkan kebaikan, keadilan dan kemakmuran untuk seluruh manusia.

WalLâh a’lam bi ash-shawâb[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s